Lewati ke konten utama

Waktu Sesi Trading

Diperbarui lebih dari 4 bulan yang lalu

Apa itu Sesi Trading?

Sesi trading mengacu pada periode tertentu ketika suatu pasar keuangan dibuka untuk aktivitas perdagangan. Dalam forex, pasar beroperasi 24 jam sehari, tetapi dibagi ke dalam sesi yang berbeda berdasarkan pusat keuangan utama di seluruh dunia—Sydney, Tokyo, London, dan New York.


Sesi Asia

Sesi Asia memiliki volume terendah dibandingkan tiga sesi trading utama. Namun, hal ini tidak berarti bahwa kita tidak dapat menemukan peluang di dalamnya. Selain trader yang tinggal di Asia, sesi ini juga menarik bagi trader Eropa yang suka trading pada malam hari atau trader Amerika yang baru pulang kerja dan ingin menghabiskan waktu sore untuk trading.

Sesi Asia sebagian besar dipengaruhi oleh perekonomian Jepang, yang merupakan ekonomi terbesar ketiga di dunia. Yen Jepang adalah mata uang ketiga yang paling banyak diperdagangkan, dengan sekitar 20% dari seluruh transaksi. Selama sesi Asia, sekitar 20% dari volume harian diperdagangkan.

Selain Jepang, negara-negara seperti Singapura, Selandia Baru, dan Australia juga berpartisipasi dalam pasar. Oleh karena itu, pasangan mata uang seperti AUDJPY, AUDNZD, atau NZDJPY adalah yang terbaik untuk diperdagangkan. Rilis makroekonomi dari Selandia Baru, Australia, dan Jepang juga dapat menyebabkan volatilitas tinggi, yang harus diperhatikan oleh setiap trader.


Sesi Eropa (London)

London selalu menjadi salah satu pusat bisnis paling penting di dunia karena letak strategisnya antara Eropa dan Amerika. Saat ini, London merupakan salah satu pusat keuangan terkemuka di dunia. Itulah sebabnya sesi Eropa sering disebut sebagai sesi London, karena kota ini menyumbang sebagian besar dari total volume perdagangan.

Sesi Eropa menyumbang lebih dari 30% volume perdagangan di pasar Forex. Salah satu alasan utama untuk trading selama sesi ini adalah karena kita dapat memperdagangkan rilis makroekonomi Eropa maupun Amerika, yang membawa volatilitas signifikan ke pasar.

Berkat likuiditas yang tinggi, trader dapat memanfaatkan spread yang sangat rendah, ideal untuk scalper dan day trader. Karena sesi Eropa adalah sesi pertama dengan likuiditas tinggi dalam sehari, banyak tren baru terbentuk saat pembukaan London. Pasar biasanya bergerak aktif setelah pembukaan sesi dan melambat selama jam makan siang London ketika pelaku besar beristirahat sebelum sesi New York dimulai.

Selama sesi Eropa, tidak hanya mata uang mayor yang bergerak, tetapi mata uang minor juga sering menunjukkan volatilitas tinggi. Pasangan seperti EURGBP dan GBPJPY adalah cross pair yang sangat populer karena menawarkan volatilitas kuat dan banyak peluang trading.


Sesi Amerika Utara (New York)

Sesi Amerika Utara adalah sesi trading terakhir untuk hari tersebut. Sesi ini sering disebut sebagai sesi New York karena pentingnya kota tersebut sebagai pusat keuangan dunia. Karena lebih dari 80% volume perdagangan melibatkan dolar AS, tidak mengherankan jika sesi Amerika Utara membawa volatilitas yang besar setiap harinya.

Selain itu, sebagian besar peristiwa fundamental penting terjadi selama sesi ini, seperti:


• Non-Farm Payrolls (NFP)
• Federal Open Market Committee (FOMC)
• Tingkat pengangguran
• Indeks harga konsumen (CPI)

Sesi Amerika Utara mulai melambat setelah penutupan London pada pukul 4 sore (waktu UK), tetapi peluang trading tetap ada setelahnya. Biasanya, uang mulai mengalir ke pasar indeks AS setelah sesi Eropa berakhir, seperti S&P 500, Dow Jones, atau Nasdaq. Sama seperti sesi Eropa, sesi Amerika Utara menawarkan spread yang ketat dan kondisi yang baik untuk intraday trading.


Hari-Hari dalam Minggu pada Trading Forex

Setelah membahas sesi trading utama, sekarang mari kita lihat bagaimana hari dalam seminggu memengaruhi aktivitas pasar.

  • Minggu Malam (waktu London)

    Pasar dibuka pada Minggu malam (waktu London). Namun, volume trading biasanya sangat rendah karena sebagian besar trader belum aktif dan menunggu minggu dimulai sepenuhnya.

  • Senin

    Senin pagi cenderung lambat. Pasar biasanya tetap tenang hingga sesi Amerika Utara dimulai, di mana aktivitas mulai meningkat.

  • Selasa

    Hari Selasa sering membawa volatilitas dua kali lipat dibandingkan Senin, sehingga menjadi salah satu hari terbaik untuk trading. Trader biasanya melihat tren yang lebih kuat dan peluang yang lebih banyak.

  • Rabu & Kamis

    Hari-hari ini tetap menawarkan volatilitas dan likuiditas yang tinggi, sehingga menguntungkan bagi sebagian besar strategi trading.

  • Jumat

    Hari Jumat cukup unik. Meskipun volume biasanya mulai menurun setelah sesi London ditutup, hari ini sering menampilkan peristiwa makroekonomi penting. Misalnya, laporan Non-Farm Payroll (NFP) dirilis pada Jumat pertama setiap bulan, yang dapat menciptirkan pergerakan pasar yang signifikan. Sebagian trader memanfaatkan peluang ini, sementara yang lain memilih menghindari trading karena sifatnya yang tidak terduga.

Apakah pertanyaan Anda terjawab?