Lewati ke konten utama

Slippage & Eksekusi Order

Diperbarui lebih dari satu minggu yang lalu

Slippage adalah perbedaan antara harga yang diharapkan dan harga yang tereksekusi. Slippage terjadi ketika suatu order terisi pada harga yang berbeda dari harga yang diminta. Slippage dapat terjadi dalam berbagai kondisi.

  • Slippage biasanya terjadi ketika likuiditas pasar rendah. Hal ini dapat terlihat selama periode rollover pasar ketika institusi keuangan global utama tutup.

  • Melakukan trading pada waktu-waktu dengan likuiditas rendah dapat menyebabkan slippage. Penyebab utama slippage adalah tidak adanya order lawan pada level harga yang diinginkan ketika order Anda siap dieksekusi. Ketika likuiditas rendah, spread juga cenderung lebih tinggi.

  • Pasangan mata uang dengan likuiditas rendah (pasangan minor dan eksotik) lebih rentan mengalami pelebaran spread dan slippage.

  • Weekend Gap – Bagi swing trader yang menahan posisi selama jangka waktu panjang seperti beberapa hari, minggu, atau bulan, pasar dapat dibuka dengan gap setelah akhir pekan. Dalam situasi seperti ini, harga pembukaan suatu pasangan dapat menyentuh level Stop Loss (SL) atau Take Profit (TP), tetapi eksekusi dapat terjadi pada harga yang berbeda, terlepas dari level SL/TP tersebut.

  • Kondisi pasar dengan volatilitas tinggi – Selama rilis berita makroekonomi besar seperti NFP, CPI, dan sesaat setelahnya, pasar bergerak dengan tajam sehingga menyebabkan slippage.

Slippage positif – terjadi ketika transaksi dieksekusi pada harga yang lebih menguntungkan bagi trader (saat membuka atau menutup posisi).

Terdapat dua skenario:

  1. Ketika menekan tombol Buy, jika harga Ask menurun. Dengan kata lain, order beli Anda terbuka pada harga yang lebih rendah daripada harga yang diminta, sehingga berpotensi memberikan keuntungan lebih tinggi.

  2. Ketika menekan tombol Sell, jika harga Bid meningkat. Ini berarti order jual Anda terbuka pada harga yang lebih tinggi daripada harga yang diminta, sehingga berpotensi memberikan keuntungan lebih tinggi.

Skenario ini menggambarkan kondisi saat masuk posisi, tetapi dapat pula terjadi saat keluar posisi. Di pasar, menutup posisi Buy dengan order Sell pada harga yang lebih baik dari yang diharapkan menghasilkan slippage positif, demikian pula sebaliknya untuk posisi Sell.

Slippage negatif – terjadi ketika transaksi tidak dieksekusi pada harga yang diinginkan.

Ketika membuka order Buy pada harga tertentu, tetapi order terisi pada harga yang lebih tinggi dari yang diharapkan.

Ketika membuka order Sell pada harga tertentu, tetapi order terisi pada harga yang lebih rendah dari yang diharapkan.

Contoh-contoh di atas menunjukkan berbagai jenis slippage, dan penyebab utamanya cukup sederhana. Diperlukan waktu untuk mengirim order ke server dan mengeksekusi order tersebut. Artinya, order Anda dicocokkan dengan kuotasi harga yang tersedia dari penyedia likuiditas atau likuiditas pasar. Karena dibutuhkan waktu agar order mencapai server, hal ini menciptakan kondisi yang memungkinkan terjadinya slippage.


Apakah pertanyaan Anda terjawab?